{"componentChunkName":"component---src-templates-verse-by-verse-template-tsx","path":"/20/101","result":{"pageContext":{"data":"{\"languageCode\":\"id\",\"chapterNumber\":20,\"verseNumber\":101,\"verses\":[{\"translationCode\":\"id-indonesian\",\"translator\":\"Indonesian Ministry of Religious Affairs\",\"translationName\":\"Bahasa Indonesia\",\"text\":\"mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,\"},{\"translationCode\":\"id-jalalayn\",\"translator\":\"Jalal ad-Din al-Mahalli and Jalal ad-Din as-Suyuti\",\"translationName\":\"Tafsir Jalalayn\",\"text\":\"(Mereka kekal di dalamnya) menanggung azab dosanya untuk selamanya. (Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat) lafal Himlan merupakan Tamyiz yang menafsirkan makna Dhamir dalam lafal Saa'a, sedangkan subjek yang dicelanya dibuang yaitu lafal Wizrahum, artinya dosa mereka. Huruf Lam yang ada pada lafal Lahum berfungsi untuk menerangkan. Kemudian lafal Yaumal Qiyaamah dijelaskan oleh ayat berikutnya, yaitu:\"},{\"translationCode\":\"id-muntakhab\",\"translator\":\"Muhammad Quraish Shihab et al.\",\"translationName\":\"Quraish Shihab\",\"text\":\"Ia akan berada dalam siksaan itu selama-lamanya. Sungguh merupakan bawaan yang amat buruk di hari kiamat.\"}],\"textArabic\":\"خَالِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا\"}"}},"staticQueryHashes":[]}